Kamis, 09 Juni 2016

TNI bepangkat Pamen melati II di tampar oknum keturunan cina.

Pria keturunan cina nekap menampar anggota TNI di parkiran Supermarket Berastagi, Senin (6/6/2016) malam. Akibatnya, pria cina itu diamankan ke Polsek Medan Baru. 

Dikutip dari m24.co, Selasa (7/6/2016), anggota Danramil 01/MB dan seorang Pabandya Kosmos Sterdam I/BB Letkol Hutagalung mengamankan pria turunan cina yang belum diketahui identitasnya karena menampar Letkol Hutagalung di Parkiran Supermarket Brastagi.

Kejadian ini bermula saat Letkol Hutagalung hendak memarkirkan mobilnya di lokasi parkir Supermarket Berastagi. Saat hendak memasukkan mobilnya, tiba-tiba mobil pria keturunan cina menyerobot masuk ke lokasi parkir Letkol Hutagalung.

Letkol Hutagalung kemudian menegur pria cina dengan mengaku sebagai anggota TNI serta memberitahu jika lokasi parkir tersebut miliknya.

"Saat dibilang dirinya tentara, pria cina itu menantang dengan menyebut kenapa rupanya tentara. Setelah itu pria cina memukul korban," terang salah seorang sumber.

Dijelaskan sumber, meski memukul Letkol Hutagalung, pria cina itu tidak merasa bersalah dan semakin menunjukkan 'taringnya' dengan memanggil 3 orang anggota brimob ke lokasi.

"Gak lama Brimobnya datang, Danramil serta Babinsa turun ke lokasi. Selanjutnya pria cina itu dibawa ke Polsek Medan Baru," jelas Sumber.

Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Bonic dikonfirmasi sampai saat ini belum memberikan jawaban.

Selasa, 25 Februari 2014

Perjuangan masyarakat adat rakyar penunggu.


Perjuangan Hak Rakyat Penunggu
PERJUANGAN HAK TANAH WILAYAT MASYARAKAT ADAT RAKYAT PENUNGGU.
Demonstrasi damai BPRPI (Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia)
Ratusan masa BPRPI melakukan orasi damai di depan POLDA SUMUT, Senin, 24 fenruari 2014. Para demonstran meminta kepada seluruh jajaran kepolisian agar tidak berpihak kepada pihak pemodal atau pengusaha, dan menerima seluruh laporan masyarakat adat BPRPI dan segera menindaklanjutinya atas laporan pengerusakan rumah dan tanaman rakyat penunggu BPRPI yang di lakukan pihak PTPN II atau dari pihak pihak lain serta meminta kepada anggota Dewan Perwakila Rakyat Daerat (DPRD) Tingkat I Sumatera Utara agar mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang Undang PPHMA menjadi Undang Undang PPHMA.
Setelah dari POLDA masa BPRPI melanjutkan orasinya ke depan kantor DPRD Propinsi Sumatera Utara, sesampainya di depan gedung DPRD SUMUT, para demonstran menyuarakan agar pihak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara memperjuangkan Rancangan Undang Undang Pengakuan Perlindungan Hak Masyarkat Adat (PPHMA) menjadi Undang undang. Massa BPRPI juga menyerukan agar masyarakat adat tidak memilih calon anggota dewan yang tidak memihak kepada masyarakat adat pada saat PEMILU.
Saat berorasi di depan gedung DPRD SUMUT pintu gerbang di tutup, sehingga masa meminta untuk meembuka pintu agar mereka dapat menyuarakan suara masyarakat adat di halaman gedung DPRD SUMUT. Dengan disuarakannya permintaan para demonstran untuk membuka pintu gerbang akhirnya pintu gerbang di buka dan masa BPRPI masuk ke halaman gedung, dan menyuarakan tuntutannya dengan damai.
Setelah semua tuntutan di suarakan, kemudian para demonstran membubarkan diri dan kembali ke kampungnya masing masing dengan tertib.

Minggu, 06 Mei 2012

PEMEKARAN SIMALUNGUN BELUM SAATNYA

Dengan adanya masyarakat yang masih kebebratan kabupaten simalungun di mekarkan, karena di duga hanya jadi tempat berbagi-bagi kekuasaan, melihat dari beberpa kabupaten yang di mekarkan masih ada kabupaten yang di mekrkan belum menunjukan kemjuan, hanya menambah beban negara dan masyarakat.